Kenapa Harus Jadi Kartini? - REDAKSI BARU amp-fx-flying-carpet

Kenapa Harus Jadi Kartini?

Reporter :

Kamis, 21 April 2022 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

R.A Kartini.

R.A Kartini.

Advertisements

Bantaeng, Redaksibaru.id – Tanggal 21 April di Indonesia dirayakan sebagai Hari Kartini atau dikenal juga sebagai Hari Emansipasi Wanita.

Mengapa disebut Hari Kartini? Siapakah Kartini? Seberapa besar peranan Kartini dalam sejarah Indonesia? Mari sedikit mengenang kisah lawas ini terlebih dahulu.

Dalam tulisan-tulisan sejarah diketahui Kartini adalah seorang perempuan dari kalangan bangsawan, Putri seorang Bupati yang lahir di Jawa Tengah. Seorang perempuan di jaman itu yang “melawan” dengan caranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaman itu, saat di mana ia melihat ketidakadilan perempuan Indonesia, masa-masa pingitan dan pendidikan yang hanya dikenyam perempuan-perempuan bangsawan. Ketidakadilan bahkan terjadi pada dirinya sendiri. Di antaranya saat ia berusia 12 tahun ia mulai dipingit kemudian saat ia dijodohkan dengan seorang Bupati yang sudah pernah beristri sebanyak tiga kali.

Waktu itu pemikiran-pemikiran Kartini yang berwawasan luas, salah satunya mengenai kesetaraan laki-laki dan perempuan secara umum di bidang pendidikan banyak ditentang oleh orang-orang sekitarnya. Nampak dari beberapa kutipan berikut, kalimat dari surat Kartini yang terbit dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”

“Bukanlah laki-laki yang hendak kami lawan, melainkan pendapat kolot dan adat uang.”

“Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.”

Sebagaimana diketahui, Kartini menuangkan pikiran dan isi hatinya lewat surat-surat yang ia kirimkan pada sahabatnya di negeri Kincir Angin saat itu.

Lalu, kenapa harus jadi Kartini? Apakah yang sebenarnya diinginkan Kartini?

Saat mengucapkan Selamat Hari Kartini pada tanggal 21 April, apakah kita benar-benar memahami esensinya?

BACA JUGA:  Panglima TNI dan Kapolri Cek Petugas Tracer Covid-19 di Makassar

Masihkah kita layak mengucapkan Hari Kartini saat diri kita berada dalam tekanan-tekanan patriarki? Hubungan yang toxic dengan pasangan posesif yang membatasi ruang gerak kita? Bersepaham dengan dunia pingitan? Berleluasa di seputaran semboyan dapur, sumur, kasur? atau hal terkecil, merasa bersalah ketika melihat seorang suami mengerjakan hal-hal domestik yang sederhana semacam mencuci piring atau menyapu di rumah?.

Padahal di sosial media kita sudah merangkai berbait-baik kalimat bijak untuk merayakan Hari Kartini.

Apakah Hari Kartini sebatas selebrasi di sosial media tanpa memahami bagaimana seharusnya Kartini-Kartini saat ini? Mari tersenyum dan menarik nafas, setelah membaca ini semoga kita tidak mengulang sejarah hidup seorang Raden Ajeng Kartini di era saat ini. Yakinlah Kartini tidak menginginkan hal itu terjadi.

Tanggal lahir Raden Ajeng Kartini adalah sebuah wadah untuk refleksi diri, baik perempuan maupun lelaki. Mengingat bagaimana optimismenya, keberaniannya, pola pikir yang luas, tekad dan kemauannya untuk berbuat lebih dan melawan batas norma-norma yang mendiskreditkan hak manusia lain, yakni perempuan.

Sebagai perempuan yang sepatutnya bisa menghargai dirinya sendiri sebagai seorang manusia, memiliki otak dan keterampilan yang sama dengan kaum lelaki. Yang berhak atas pendidikan dan ruang-ruang gerak yang bebas. Yang berhak atas pikiran dan pilihannya sendiri. Yang berhak bersuara saat menemui ketidakadilan dan mengintimidasi dirinya atau membunuh karakternya hanya karena dia seorang manusia berjenis kelamin perempuan. Dan seorang lelaki yang sepantasnya berterima bahwa ia bukanlah satu-satunya manusia di muka bumi yang bisa berdiri sendiri.

Tidak menghargai pendapat perempuan dan menjadikan pola pikirnya sebagai satu-satunya sumber kebenaran hakiki. Terlebih mereka-mereka yang mengecam emansipasi hanya karena gengsi. Atau secara khusus kepada suami-suami yang di luar sana loyal dan royal berbasa-basi soal emansipasi namun di rumah tangganya menyiksa perempuannya sendiri.

BACA JUGA:  PSSI akan Gelar KLB, Dirut PSM Makassar: Kami Fokus Bagaimana Kembali Jalankan Liga

Bukan rahasia lagi, sampai detik ini hal ini masih kerap terjadi. Sekali lagi, Hari Kartini bukan selebrasi basa-basi namun hari untuk merefleksi diri. Sudahkah kita memperjuangkan diri kita sendiri?

Berikut beberapa pernyataan yang terangkum dari perempuan-perempuan yang bersuara di Hari Kartini.

 

Hj Sri Dewi Yanti, S.Sos, M.Si Ketua TP PKK Bantaeng

Quote keren

“Selamat Hari Kartini 2022. Momentum istimewa ini harus membangkitkan semangat kaum perempuan untuk lebih berani berbicara dan menunjukkan potensinya, semakin berdaya membangun kesetaraan dan kehidupan yang sejahtera serta inovatif berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Setiap wanita memiliki kesempatan untuk berprestasi. Jadilah seperti Kartini yang selalu bersinar dengan karyanya, karena kemajuan perempuan adalah faktor penting peradaban bangsa”

 

Andi Sukmawati, Kabid Humas Diskominfo SP Bantaeng

IMG WA

“Memaknai peringatan hari kartini, menjadi momentum memahami dan mengaktualisasikan sejauh mana perempuan-perempuan bisa menunjukkan eksistensinya dalam kiprahnya baik dalam pergumulan kehidupan sosial dunia kerja, rumah tangga dan adaptasi sosial sehari-hari dalam bermasyarakat. sehingga bisa menempatkan diri sesuai porsi dan kodrat dan tampil menjadi sosok permpuan cerdas dalam berkomunikasi verbal dan no verbal dalam kehidupan sehari- hari dalam semua aspek kehidupan. Selamat memperingati hari Kartini untuk seluruh perempuan-perempuan tangguh”

 

Sunarti Sain, Direktur Harian Radar Selatan

Quote keren

“Ada makna besar yang harus dimengerti oleh perempuan kenapa Hari Kartini perlu dirayakan. Kartini dikenal dan menjadi pelopor emansipasi pada zamannya karena ia menulis. Kartini menuliskan gagasan, pikiran-pikirannya melalui surat-surat yang ia kirim ke sahabat-sahabatnya. Kutipan surat-surat Kartini inilah yang mestinya dijelaskan kepada perempuan-perempuan saat ini bahwa betapa majunya pemikiran Kartini yang menjadi penyemangat perempuan di zamannya. Sayangnya cerita soal surat-surat Kartini ini tidak banyak diketahui masyarakat. Sebagian kita hanya mengidentikkan Kartini dengan simbol kebaya dan konde. Padahal Kartini lebih dari itu. Kartini versi sekarang harus mampu membaca berbagai perubahan yang terjadi. Berpikir kritis dan menguasai teknologi. Berani menyuarakan pikiran dan menginspirasi banyak orang”

BACA JUGA:  Pisces, Kamu Butuh Obat! Ramalan 12 Zodiak Baca Di Sini

 

Siti Khadijah Budiawan, Perempuan Indonesia

IMG WA

“Hari Kartini menurut saya adalah momentum merefleksi diri. Bukan menjiplak konde dan kebaya Kartini tapi lebih kepada etos kerja, semangat perjuangan, semangat belajar seorang perempuan. Terkhusus kepada gerakan-gerakan perempuan saat ini, momentum Hari Kartini seharusnya dijadikan sebagai wadah untuk merefleksi kembali arah gerakan perjuangan seorang Kartini. Seperti yang kita lihat saat ini, misalnya dalam suatu kesempatan berkespresi perempuan sudah mendapatkan ruangnya untuk bersuara dan menyampaikan aspirasi. Hanya saja hal itu dibumbui dengan adegan-adegan atau meme-meme yang mengarah pada hal-hal yang justru menjadikannya objek seksis. Dan tentu saja ini kembali mencederai esensi perjuangan karena orang-orang tidak berfokus pada tujuan dari aspirasi melainkan hal seksis tadi”

 

Ifa Musdalifa, Jurnalis Metro TV

IMG WA

“Kartini itu ketika kita mampu untuk mandiri, tidak bergantung kepada orang lain. Selain itu Kartini itu juga harusnya mampu bersuara melawan penindasan dan ketidak adilan”

Nurhikmah, ibu rumah tangga (Make-Up Artist)

IMG WA
IMG WA

“Hari Kartini bukanlah tentang ingin menjadi Kartini, tetapi bagaimana meniru semangat seorang Kartini”

 

Ira, Ketua LPI

IMG WA

“Habis gelap terbitlah terang. Ini menunjukkan bahwa wanita adalah selain menjadi tiang negara namun mampu menjadi penerang bagi bangsa. Berkat perjuangan Kartini perempuan bukan lagi sosok yang hanya berdiam di rumah, mengurus suami dan anak. Perempuan Indonesia bisa menjadi apa saja yang positif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Kartini menjadi panutan terutama di bidang pendidikan. Maka sepantasnya ketika pendidikan menjadi segala-galanya.”

Semoga tulisan ini mampu menjadi pengantar dan perantara untuk saling menebar semangat. Juga menemukan jawaban, kenapa harus menjadi Kartini. Selamat Hari Kartini. []

Editor :

Berita Terkait

Muhammadiyah Beri Sinyal Dukungan? Ingin Paketkan Ilham Azikin-Kanita Kahfi
Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor
Potensial! Warga Bantaeng Minta Jabal – Ismail Maju di Pilkada Bantaeng
Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat
Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat
BREAKING NEWS: Komika Babe Cabita Meninggal Dunia
Dukung Aksesibilitas Arus Mudik Lancar, PUPR Bantaeng Lakukan Langkah Ini
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat

Berita Terkait

Senin, 29 Januari 2024 - 17:46 WIB

Tayang di Bioskop Film Botting, Based on True Story, Jangan Nonton Sendiri!

Minggu, 28 Januari 2024 - 21:42 WIB

StandupIndo Bantaeng Bahas Politik, Aksi Komika Awal “Begitu” Dapat Jempol Penonton

Senin, 22 Januari 2024 - 09:34 WIB

TPP Tak Dibayar, ASN Bantaeng Ini Nekat jadi Komika

Minggu, 21 Januari 2024 - 10:02 WIB

Komika Bantaeng Kocok Perut Pengunjung Kafe Up Circle, Ada Caleg Kena Roasting

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:21 WIB

Ultah Putri Dakka, Dapat Hadiah Senilai Miliaran Rupiah dari Suami

Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:52 WIB

Penyebar Video Porno Rebecca Klopper Ditangkap Polisi

Kamis, 31 Agustus 2023 - 15:51 WIB

One Piece Live Action Tayang 8 Episode di Netflix, Ini Sinopsisnya!

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 06:14 WIB

K-Popers, Catat Tanggalnya! Hyoyeon SNSD Umumkan Rencana Perilisan Lagu Baru

Berita Terbaru

Korban penikaman oleh pelaku geber-geber motor masih dalam perawatan intensif.

Headline News

Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor

Rabu, 17 Apr 2024 - 13:30 WIB

Neo's Daily

Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat

Rabu, 10 Apr 2024 - 15:07 WIB

Neo's Daily

Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:16 WIB