Wapres Ma'ruf Amin Harap Indonesia jadi Bangsa Produktif Bidang Iptek - REDAKSI BARU amp-fx-flying-carpet

Wapres Ma’ruf Amin Harap Indonesia jadi Bangsa Produktif Bidang Iptek

Reporter :

Sabtu, 12 Februari 2022 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

Advertisements

Jakarta, Redaksibaru.ID – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin berharap bangsa Indonesia bisa produktif dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan Universitas Brawijaya. Pertama, bangsa pencipta adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik,” ujar Ma’ruf saat menghadiri acara Wisuda Periode VII Universitas Brawijaya secara daring pada Sabtu (12/2/2022).

Ditegaskan pula bahwa teknologi tersebut adalah alat, sehingga semakin besar kekuatan sebuah alat, makin besar pula potensi manfaat dan petaka yang dapat ditimbulkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karenanya, Ma’ruf berpesan agar para alumni dapat memahami dengan baik bahasa kemajuan tersebut, agar membawa kemanfaatan sehingga Indonesia tidak hanya jadi bangsa ‘pengekor’.

Pesan kedua, wakil presiden mengutip ujaran filsuf Yunani Herakleitos bahwa ‘Change is the only constant in life’ yang berarti perubahan akan selalu terjadi, bahkan kemungkinan akan makin intensif.

BACA JUGA:  Ilham Azikin Kembali Serahkan Seragam Sekolah Gratis, Komitmen untuk Bantaeng Baik

“Sehingga inovasi menjadi satu-satunya kesempatan terbaik untuk memitigasi perubahan. Gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai untuk ciptakan inovasi tiada henti,” tegas Ma’ruf.

Pesan ketiga, para wisudawan dan wisudawati terus membekali kemampuan diri dengan kapasitas kewirausahaan.

“Ilmu pengetahuan dan inovasi akan memiliki efek yang luar biasa bagi perubahan masyarakat apabila dikaitkan dengan dunia usaha,” tuturnya.

“Kewirausahaan akan menjadi medium inovasi untuk memproduksi komoditas dan membuka lapangan kerja. Itulah bahan baku utama kesejahteraan,” sambung Ma’ruf.

Menurutnya, esensi wisuda adalah peralihan dari proses mengumpulkan pengetahuan menjadi menyebarkan keberkahan. Sehingga para alumni hendaknya jangan pernah berhenti menjadi manusia pembelajar.

“Sebaik-baik ilmu terpantul dari teladan perbuatan yang terus mengalir untuk kebeningan hidup bersama, bukan semata memberikan kesejahteraan bagi pribadi dan keluarga,” katanya.

Tak ketinggalan, Ma’ruf mengungkapkan lima karakter pokok dari negara yang berhasil memadukan pengembangan teknologi dan kelembagaan yang inklusif.

BACA JUGA:  Waspada Virus Malware dari YouTube, Jangan Asal Ikuti Tutorial Download!

“Pertama, sumber daya manusianya adalah pencipta, bukan pengekor. Kedua, pendidikan formal dan informal ditujukan untuk menambah stok pengetahuan dan keterampilan, bukan semata mengejar gelar kesarjanaan. “Ini terbukti dalam praktik di lapangan,” katanya.

Karakter ketiga adalah insentif kelembagaan inovasi dalam jumlah besar, baik pada lingkup negara, korporasi, maupun komunitas.

Keempat, alokasi dan jenis kegiatan di dalam mata anggaran publik dirombak supaya menghasilkan inovasi, bukan sekadar bersandarkan kepada norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK).

Karakter kelima, lanjut Ma’ruf, institusi pendidikan dan riset menjadi jangkar ekonomi. Institusi pendidikan memimpin dan mendorong arah pembangunan ekonomi.

“Tepat pada titik inilah pekerjaan rumah transformasi ekonomi menanti Indonesia,” ucap Ma’ruf.

Namun, Ma’ruf mengakui bahwa data menunjukkan jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain.

“Jumlah peneliti setara penuh waktu per satu juta jiwa penduduk di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 216 orang,” ungkap Wapres.

BACA JUGA:  "Curi Start Kampanye" Tak Terkendali, Bawaslu-KPU Bantaeng Bisa DKPP

Bila dibandingkan dengan China dan Rusia jumlah penelitinya masing-masing sebanyak 1.307 dan 2.784 per satu juta jiwa penduduk pada tahun yang sama.

Indonesia tertinggal jauh dibanding ketersediaan peneliti di Jepang dan Korea Selatan, yakni berurutan sebanyak 5.331 dan 7.980 berdasarkan UNESCO Institute for Statistics periode 2016–2018.

“Demikian pula, ketersediaan ilmuwan dan insinyur yang diketahui dari persentase lulusan pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di Indonesia juga masih rendah,” katanya.

Persentase lulusan bidang STEM di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 19,42 persen. Situasi ini tergolong rendah dibandingkan negara anggota G20 lainnya, seperti India dan Rusia pada tahun 2018 berurutan sebanyak 32,65 persen dan 31,06 persen berdasarkan Education Statistics World Bank 2016–2018.

Kondisi tersebut yang menjadi penyebab jumlah paten di Indonesia juga belum banyak. []

Editor :

Berita Terkait

Muhammadiyah Beri Sinyal Dukungan? Ingin Paketkan Ilham Azikin-Kanita Kahfi
Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor
Potensial! Warga Bantaeng Minta Jabal – Ismail Maju di Pilkada Bantaeng
Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat
Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat
Dukung Aksesibilitas Arus Mudik Lancar, PUPR Bantaeng Lakukan Langkah Ini
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat
Huadi Group Fasilitasi Hadiah Lomba Festival Ramadhan di Desa Borongloe

Berita Terkait

Senin, 29 Januari 2024 - 17:46 WIB

Tayang di Bioskop Film Botting, Based on True Story, Jangan Nonton Sendiri!

Minggu, 28 Januari 2024 - 21:42 WIB

StandupIndo Bantaeng Bahas Politik, Aksi Komika Awal “Begitu” Dapat Jempol Penonton

Senin, 22 Januari 2024 - 09:34 WIB

TPP Tak Dibayar, ASN Bantaeng Ini Nekat jadi Komika

Minggu, 21 Januari 2024 - 10:02 WIB

Komika Bantaeng Kocok Perut Pengunjung Kafe Up Circle, Ada Caleg Kena Roasting

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:21 WIB

Ultah Putri Dakka, Dapat Hadiah Senilai Miliaran Rupiah dari Suami

Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:52 WIB

Penyebar Video Porno Rebecca Klopper Ditangkap Polisi

Kamis, 31 Agustus 2023 - 15:51 WIB

One Piece Live Action Tayang 8 Episode di Netflix, Ini Sinopsisnya!

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 06:14 WIB

K-Popers, Catat Tanggalnya! Hyoyeon SNSD Umumkan Rencana Perilisan Lagu Baru

Berita Terbaru

Korban penikaman oleh pelaku geber-geber motor masih dalam perawatan intensif.

Headline News

Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor

Rabu, 17 Apr 2024 - 13:30 WIB

Neo's Daily

Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat

Rabu, 10 Apr 2024 - 15:07 WIB

Neo's Daily

Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:16 WIB