KemenpanRB Keluarkan Instruksi, ASN Bekerja di Kantor Bagi yang Sudah Divaksin - REDAKSI BARU amp-fx-flying-carpet

KemenpanRB Keluarkan Instruksi, ASN Bekerja di Kantor Bagi yang Sudah Divaksin

Reporter :

Sabtu, 25 September 2021 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KemenpanRB.

KemenpanRB.

Advertisements

JJakarta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali mengeluarkan pengaturan sistem kerja bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kali ini, pelaksanaan tugas kedinasan di kantor atau work from office (WFO) diprioritaskan bagi pegawai ASN yang telah memperoleh vaksin Covid-19, baik di yang berada di dalam maupun luar wilayah Jawa dan Bali.

“Dua puluh lima persen WFO diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksinasi (untuk pegawai ASN yang berada di sektor nonesensial di wilayah luar Jawa dan Bali dengan PPKM level 4 dan 3),” ujar Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, sebagai tertuang di dalam lampiran pada Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Bagi instansi di wilayah luar Jawa dan Bali yang berada di sektor nonesensial pada PPKM Level 2 dan 1, diberlakukan WFO 50% pegawai jika daerahnya berada di zona hijau dan kuning.

Sedangkan bagi instansi yang daerahnya berada di zona oranye dan merah, diberlakukan WFO 25 persen. Untuk instansi pemerintah di sektor esensial pada PPKM Level 4 di luar wilayah Jawa dan Bali, WFO maksimal dilakukan oleh 50 persen pegawai.

Jika berada di PPKM Level 3, WFO dapat dilakukan dengan maksimal 100 persen. Tentu dengan memperhatikan bahwa WFO tersebut diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksin Covid-19. Sedangkan untuk instansi di sektor kritikal, WFO diberlakukan maksimal 100 persen.

Sementara itu, pada instansi pemerintah nonesensial yang ada di wilayah Jawa dan Bali dengan PPKM level 4, diberlakukan work from home (WFH) secara penuh. Jika berada di Level 3, WFO dilakukan kepada 25 persen pegawai.

BACA JUGA:  Simak Perbedaan Batas Usia Pensiun bagi PNS dan PPPK 2023

Jika berada di level 2, WFO diberlakukan kepada 50 persen pegawai. Bagi instansi pemerintah di sektor esensial yang ada di PPKM level 4 dan 3 dalam wilayah Jawa dan Bali, WFO dilakukan maksimal oleh 50 persen pegawai.

Sedangkan pada PPKM level 2, WFO dilakukan maksimal oleh 75 persen pegawai. Perlu diperhatikan bahwa di sektor esensial dan nonesensial, pegawai yang WFO adalah yang telah divaksin Covid-19.

Sementara bagi instansi pemerintah di sektor kritikal, diberlakukan WFO dengan maksimal 100 persen bagi setiap level PPKM yang dihadapi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah membagi layanan pemerintahan menjadi tiga bagian, yakni sektor nonesensial, sektor esensial, dan sektor kritikal.

Sementara level PPKM terdiri dari level 1 hingga level 4. Penetapan mengenai level wilayah PPKM dan sektor-sektor tersebut berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengenai PPKM.

BACA JUGA:  Catat! Tiap Selasa ASN di Makassar Harus Naik Ojol, Ternyata ini Alasannya

Tjahjo menegskan, pelaksanaan WFO dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat sebagaimana yang tertera dalam SE Menteri PANRB Nomor 17 dan 21 Tahun 2021.

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus memastikan pegawai ASN di lingkungannya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana pemantauan jumlah pegawai dan pengunjung dalam kantor, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

SE yang ditandatangani pada 22 September 2021 ini, berlaku sampai dengan berakhirnya kebijakan PPKM pada masa pandemi Covid-19.

“Pada saat SE ini mulai berlaku, SE Menteri PANRB Nomor 19/2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM Pada Masa Pandemi COVID-19, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” pungkas Tjahjo dalam SE tersebut, seperti dilansir dari setkab.go.id. (Aln)

Editor :

Berita Terkait

Muhammadiyah Beri Sinyal Dukungan? Ingin Paketkan Ilham Azikin-Kanita Kahfi
Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor
Potensial! Warga Bantaeng Minta Jabal – Ismail Maju di Pilkada Bantaeng
Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat
Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat
Dukung Aksesibilitas Arus Mudik Lancar, PUPR Bantaeng Lakukan Langkah Ini
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat
Huadi Group Fasilitasi Hadiah Lomba Festival Ramadhan di Desa Borongloe
Tag :

Berita Terkait

Senin, 29 Januari 2024 - 17:46 WIB

Tayang di Bioskop Film Botting, Based on True Story, Jangan Nonton Sendiri!

Minggu, 28 Januari 2024 - 21:42 WIB

StandupIndo Bantaeng Bahas Politik, Aksi Komika Awal “Begitu” Dapat Jempol Penonton

Senin, 22 Januari 2024 - 09:34 WIB

TPP Tak Dibayar, ASN Bantaeng Ini Nekat jadi Komika

Minggu, 21 Januari 2024 - 10:02 WIB

Komika Bantaeng Kocok Perut Pengunjung Kafe Up Circle, Ada Caleg Kena Roasting

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:21 WIB

Ultah Putri Dakka, Dapat Hadiah Senilai Miliaran Rupiah dari Suami

Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:52 WIB

Penyebar Video Porno Rebecca Klopper Ditangkap Polisi

Kamis, 31 Agustus 2023 - 15:51 WIB

One Piece Live Action Tayang 8 Episode di Netflix, Ini Sinopsisnya!

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 06:14 WIB

K-Popers, Catat Tanggalnya! Hyoyeon SNSD Umumkan Rencana Perilisan Lagu Baru

Berita Terbaru

Korban penikaman oleh pelaku geber-geber motor masih dalam perawatan intensif.

Headline News

Pria Ditikam saat Tegur Pelaku Geber-geber Motor

Rabu, 17 Apr 2024 - 13:30 WIB

Neo's Daily

Pj. Bupati Bantaeng Sholat ied Bersama Masyarakat

Rabu, 10 Apr 2024 - 15:07 WIB

Neo's Daily

Di Tiga Lokasi, Pj. Bupati Bantaeng Pantau Pos PAM OPS Ketupat

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:16 WIB