


Bantaeng – Kepala bpbd Bantaeng, Andi Irfan Fajar meminta masyarakat untuk waspada namun tidak panik, mengingat intensitas curah hujan meningkat.
- kerja sama -

Meski begitu, perubahan iklim ini telah diwanti-wanti BPBD sejak beberapa hari lalu. Irfan menyebut, pihaknya telah menyampaikan imbauan kewaspadaan di setiap perangkat pemerintahan tingkat Kecamatan.
“Setelah kami mendapat informasi dari bmkg, kita langsung sampaikan (pemerintah kecamatan) untuk tetap waspada kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu, 28 Agustus 2021.
Irfan menyebut bahwa BPBD bersama Kecamatan, kelurahan, dan pihak-pihak terkait lainnya tengah melakukan pemantauan.
“Tetaplah waspada karena iklim mengalami perubahan. Khusus untuk cekdam, kita ada beberapa tim dari PU, Kecamatan, dan lurah pantau situasi di sana,” jelasnya.
- Advertisement -
Melansir dari BMKG, sejumlah daerah di Indonesia berpotensi hujan lebat yakni di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.
Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, papua Barat, dan Papua.
Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak musim hujan periode 2021 – 2022 akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, seiring dengan intensitas curah yang akan semakin meningkat, dan prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal di beberapa wilayah, maka perlu diperhatikan adanya potensi bencana hidrometeorologi.
“Perlu diperhatikan bersama terutama di wilayah yang rawan banjir, rawan longsor, ataupun tanah bergerak, seiring dengan intensitas curah yang akan makin meningkat. Maka itulah tadi mohon mitigasi perlu disiapkan,” tegas Dwikorita dalam konferensi pers yang digelar BMKG secara virtual, Kamis (26/08/2021).
Dwikorita menjelaskan, BMKG membagi dari total 342 zona musim di Indonesia, 14,6% wilayah diprediksi akan mengawali musim hujan pada bulan September, terutama di wilayah Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.
“Kemudian 39,1% dari zona musim, yaitu meliputi wilayah Sumatera bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, sebagian Jawa dan Bali diprediksi akan mengalami musim hujan mulai bulan Oktober. Sementara, 28,7% dari wilayah zona musim, musim hujan akan dimulai pada bulan November yaitu sebagian Lampung, sebagian lagi Jawa, sebagian Bali dan Nusa Tenggara serta Sulawesi,” ujarnya.
Menurut Dwikorita, tidak meratanya musim hujan, karena wilayah Indonesia yang sangat luas.
BMKG juga memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya.
Wilayah – wilayah tersebut yaitu, sebagian wilayah Aceh, kemudian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian barat, Selatan Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan.